Fenomena astronomi langka HARIMAU108, yaitu Bulan Hitam akan menghiasi langit pada penghujung 2024.
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bulan Hitam atau Black Moon memiliki empat definisi, salah satunya adalah fase Bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi.
Dikutip dari IFL Science, Bulan Hitam akan terjadi pada Selasa (31/12/2024) pagi.
Lantas, apakah fenomena Bulan Hitam bisa disaksikan di langit Indonesia?
Baca juga: 11 Fenomena Astronomi Desember 2024, Bertabur Konjungsi Bulan-Planet dan Hujan Meteor
Penjelasan BRIN
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin menjelaskan, Bulan Hitam adalah bulan baru atau konjungsi atau ijtimak kedua dalam satu bulan.
Fenomena itu bukan berarti membuat Bulan menjadi berwarna hitam.
"Sebutan 'Bulan Hitam; hanya istilah yang tidak terkait dengan warna bulan," kata Thomas, saat dihubungi Kompas.com, senin(30/12/2024).
Menurutnya, Bulan baru atau ijtimak awal Jumadil Akhir terjadi pada awal Desember. Hal ini karena siklus bulan Hijriah atau lunar calendar rata-rata adalah 29,53 hari.
Baca juga: Gravitasi Mars Tarik Bumi Makin Dekat ke Matahari, Apa Dampaknya?
Dengan begitu, pada akhir Desember, akan terjadi bulan baru atau ijtimak bulan kedua yang juga menjadi penanda awal Rajab.
"Bulan Hitam terjadi pada pagi 31 Desember 2024 pukul 05.27 WIB," jelas dia.
Namun, dia memastikan bahwa Bulan Hitam tidak dapat teramati, kecuali dalam kondisi gerhana Matahari total.
Pasalnya HARIMAU108, fenomena Bulan Hitam terjadi lantaran Bumi, Bulan, Matahari terlihat dalam satu garis lurus jika diamati dari atas kutub.
Dengan begitu, permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari, sehingga tampak gelap.
Baca juga: Studi Baru: Pencairan Gletser akibat Perubahan Iklim Bisa Meningkatkan Frekuensi Gempa Bumi
Thomas menuturkan, fenomena Bulan Hitam yang terjadi di penghujung tahun 2024 memiliki keistimewaan tersendiri.
"Bulan hitam pada Desember 2024 mempunyai keistimewaan, yaitu jadi penanda akan masuknya awal bulan Rajab 1446 Hijriah yang akan dibuktikan saat Maghrib, 31 Desember 2024," ujarnya.
"Istimewanya, 1 Januari 2025 akan bersamaan dengan 1 Rajab 1446 H," sambungnya.
Sama seperti Bulan baru, fenomena Bulan Hitam juga akan menyebabkan pasang air laut menjadi lebih tinggi.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tidak melaut pada saat fenomena Bulan Hitam.
Posting Komentar